Aku dalam Waktu - Karya Mahasiswa Mading KABIN Edisi Januari-Februari

 Aku dalam Waktu

Lisna Darniati


 

Kusisiri langkah demi langkah, yang perlahan memudar.

Saat kutoleh ke belakang, tertinggal tapak berwarna merah

Jerit pilu membayang di balik kabut.

Air mata membasahi pipi yang lelah,

Raut putus asa tergambar jelas,

wajah suram dengan kantong mata menghitam.

Kulanjutkan langkah ke dimensi berbeda,

Saat kutoleh kembali ke belakang,

kulihat tapak berwarna putih.

Seulas senyum merekah di wajahnya,

Tawa kecil hingga lepas membingkai bahagia,

Raut cerah membuat matanya menyipit,

menyimpan harap yang sederhana.

Kembali kulangkahkan kaki ke lorong sepi.

Jejak tertanam begitu dalam di alas sunyi.

Terbayang sosok bermata tajam,

wajah merah penuh amarah.

Tinju menghantam angin tanpa arah,

seolah siap merobohkan siapa pun yang mendekat.

Hingga kutatap ke depan,

sebuah cermin besar menghadang,

Menampilkan sosok yang begitu kukenal,

Atau mungkin tak ingin kuakui.

Aku bertanya pada diri:

Apakah ia sekadar bayangan?

Atau kenyataan yang sesungguhnya?

Kini kusadari,

Sosok itu adalah diriku,

Diriku sebelum menjadi diriku yang kini.

Melewati banyak fase yang tak terhitung.

Hingga tiba di titik ini.

Titik untuk kembali melangkah.

Menyusuri jejak yang baru

Entah dalam suka,

atau dalam duka.

 


Posting Komentar

0 Komentar