17/06 - Karya Mahasiswa Mading KABIN Edisi Juli

17/06
Dwi pradnya

Kini waktu menunjukkan masuk dini hari

Tidak ada pertanda, yang ada hanya sepi

Hanya bunyi kipas angin di sisi yang bersedia menemani

Pintu belum daku tutup, sengaja

Supaya sa punya mata jadi saksi indah malam su bikin takjub

Mata bergerilya tidak mau tenang

Pikiran pun demikian

Kini, dia sedang khawatir tentang nasib negeri ke depan

Juga nasib perasaan yang dia juga bingung hendak dikata apaan

Malam sungguh aneh

Bulan, bintang, terang, tapi samar saja dia punya benerang

Kebanyakan remang

Tapi, tenang

Pernah muncul satu ide gila

Ketika kurindu dengan hujan

Sore mendung, berpikir pucuk dicinta ulam pun tiba

Hingga malam tak kunjung turun adanya

Tepat dini hari

Hujan hadir dengan tegas

Dentuman sana-sini

Langsung kubuka pintu bersorak gas

Karna malam

Izin, tak kudapatkan

Yang tersisa tinggal rindu yang terkurung

Raga yang dingin

Hati yang panas

Perasaan yang bimbang

 


Kini wa

ktu menunjukkan masuk dini hari

Tidak ada pertanda, yang ada hanya sepi

Hanya bunyi kipas angin i sisi yang bersedia menemani

Pintu belum daku tutup, sengaja

Supaya sa punya mata jadi saksi indah malam su bikin takjub

Mata bergerilya tidak mau tenang

Pikiran pun demikian

Kini, dia sedang khawatir tentang nasib negeri ke depan

Juga nasib perasaan yang dia juga bingung hendak dikata apaan

Malam sungguh aneh

Bulan, bintang, terang, tapi samar saja dia punya benerang

Kebanyakan remang

Tapi, tenang

Pernah muncul satu ide gila

Ketika kurindu dengan hujan

Sore mendung, berpikir pucuk dicinta ulam pun tiba

Hingga malam tak kunjung turun adanya

Tepat dini hari

Hujan hadir dengan tegas

Dentuman sana-sini

Langsung kubuka pintu bersorak gas

Karna malam

Izin, tak kudapatkan

Yang tersisa tinggal rindu yang terkurung

Raga yang dingin

Hati yang panas

Perasaan yang bimbang

Posting Komentar

0 Komentar